Pages

Labels

Monday, November 3, 2014

Negeri Seribu Pualam




Kejayaan Kerajaan Romawi di Eropa dapat kita saksikan dari megahnya bangunan-bangunan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Bangunan megah nampak dari bersihnya pilar-pilar marmer yang menjulang tinggi. Katedral-katedral besar menyiratkan pembuatan mahakarya seni dalam balutan nilai-nilai religi. Semuanya, sekali lagi terbuat dari bahan marmer atau batu pualam. Lalu darimanakah Bangsa Romawi mendapatkan gagasan untuk membuat semua itu dari pualam?

Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batuan asalnya yaitu batukapur. Pengaruh temperatur dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen akan menyebabkan terjadinya kristalisasi kembali pada batuan tersebut. Kandungan mineral yang ada dalam marmer adalah mineral kalsit dengan kandungan mineral minor lainya seperti kuarsa, mika, klhorit, tremolit dan silikat lainnya seperti graphit, hematit, dan limonit. Nilai komersil marmer bergantung kepada warna dan tekstur. Marmer mencerminkan sebuah kemewahan. Nilai marmer dengan berkualitas sangat tinggi adalah marmer yang berwarna putih sangat jernih, sebab kandungan kalsitnya lebih besar dari 90%. Variasi warna dan corak pada marmer dihasilkan dari kandungan materi ikutan atau pengotornya. Marmer abu-abu berasal dari grapit pada batuan tersebut, sedangkan merah muda dan merah akibat adanya kandungan hematit, kuning dan krem sebagai pengaruh dari kandungan limonit. 

Marmer merupakan bahan galian yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas. Bahan galian ini mempunyai nilai jual tinggi karena rona indah, artistik dan aspek kuat tekan dan geser yang tinggi. Penggunaan marmer biasanya untuk meja, tegel, hiasan dinding, pelengkapan rumah tangga sepeti guci, lampu hias dan lainnya. Sejak zaman dahulu, marmer sudah memiliki pasar yang baik, sehingga perburuan ke lokasi-lokasi penghasil marmer pun cukup tinggi. Italia merupakan negara pengahasil marmer yang sangat terkenal di dunia, walaupun pada kenyataannya bahan baku marmer itu sendiri bukan asli dari Italia. Banyak negara mengirimkannya terlebih dahulu ke Italia. Marmer tersebut diproses untuk kemudian dikemas sedemikian rupa lalu dipasarkan dengan merek Italia. Fenomena ini dapat juga kita lihat di Indonesia, dimana penjualan marmer atau keramik berkualitas selalu disandingkan dengan produsen Italia.

Kekayaan alam Italia dapat direpresentasikan oleh Pegunungan Alpen Apuan, di Tuscany. Wilayah ini terletak di Italia bagian tengah-utara. Pegunungan Alpen di Tuscany merupakan daerah dengan struktur geologis yang unik, karena dapat dikatakan pegunungan di sini terbuat dari marmer. Tidak ada tempat lain di dunia yang mengandung sejumlah besar bahan yang bernilai tinggi ini. Bangsa Romawi kuno memanfaatkan batu-batu setempat untuk bangunan dan karya seni pahat. Daerah penghasil marmer putih lainnya adalah dari daerah Carrara. Bahan baku marmer daerah ini sangat terkenal sebagai bahan baku pembuat patung yang berkualitas. Konon, pada abad ke-16, Michelangelo datang ke Carrara untuk memilih berbongkah-bongkah marmer yang halus dan tanpa guratan atau cacat sedikit pun yang kemudian ia pahat menjadi patung-patung dan ornamen yang sangat monumental. 

Proses penambangan marmer di wilayah Tuscany masih terlihat hingga kini. Di antara rimbunnya vegetasi pinus dan cemara Pegunungan Alpen, tampak quarry batukapur dengan stripping dari open mining bekas garukan escavator. Seperti halnya di Indonesia (Citatah, Jawa Barat), quarry batukapur selain diambil marmer terbaiknya, juga menjadi bahan yang digunakan untuk industri semen. Tampak tidak jauh dari lokasi tambang terbuka tersebut, terdapat crusher dan pabrik pengolahan semen. Namun satu hal yang patut dipelajari dari lokasi penambangan ini, alam sekitarnya masih terjaga dan minim gangguan. Keadaan ini sangat kontras dengan quarry limestone yang ada di Indonesia, seperti di wilayah Palimanan dan Citatah, dimana dampak sebaran debu dari aktivitas tersebut terlihat dari putihnya genting rumah warga. Semoga tak lama lagi, kita segera melihat pembaruan sistem dan regulasi penambangan quarry limestone di Indonesia. (MA)

No comments:

Post a Comment