Pages

Labels

Monday, November 17, 2014

Proyek Kemakmuran Hijau Undang Masyarakat Muaro Jambi di Jendela Kemitraan



Memasuki tahun kedua implementasi Proyek Kemakmuran Hijau, tim MCA-Indonesia kembali mengadakan sosialisasi pengajuan Expession of Interest (EOI) dalam bentuk concep paper. Bertempat di Gedung Pola, Kompleks Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, MCA-Indonesia mengadaan acara pelatihan penulisan concept paper untuk Jendela Hibah Kemitraan, Selasa (11/11/2014). Acara ini dihadiri lebih dari 50 orang perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, Pemerintah Daerah, swasta, MCA-Indonesia dan Satker Pengelola Hibah MCC. Hibah Kemitraan merupakan satu dari tiga jendela hibah yang dicanangkan MCA-Indonesia untuk Proyek Kemakmuran Hijau, selain Hibah Energi Terbarukan dan Hibah Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat.

Sektor unggulan Kabupaten Muaro Jambi berada pada bidang perkebunan, baik karet maupun sawit, sehingga Kabupaten Muaro Jambi siap dalam mensukseskan Program Hibah MCC. “Perhatian yang telah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk sektor perkebunan berupa penyediaan bibit, bantuan teknis penyuluhan kepada masyarakat dan bantuan untuk komoditas rendah lainnya seperti Kakao di 11 Kecamatan” pesan Sekretaris Daerah Muaro Jambi dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati Muaro Jambi, S. Abidin pada acara pembukaan. Sektor perikanan juga menjadi salah satu perhatian yang sedang dikembangkan, meliputi perikanan japung di sepanjang Sungai Batang Hari dengan komoditas unggulan dari jenis Nila dan Patin. 

Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menyadari alokasi anggaran yang minim untuk dapat memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat pedesaan. Adanya program pengembangan energi terbarukan yang digagas MCC melalui pengembangan POME dan Energi Surya, merupakan satu langkah yang sangat disambut gembira. Dengan ditandatangani nota kesepahaman antara Kabupaten Muaro Jambi dan MCA-Indonesia, maka seluruh aspirasi pengembangan kegiatan dengan tema yang didukung MCC telah dilakukan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui serangkaian diskusi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Multi Stakeholder Forum dan kunjungan lapangan.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Muaro Jambi tentang sebuah forum yang telah dilaksanakan sebagai bentuk dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Forum tersebut bernama Forum Amanah Program Compact Kabupaten Muaro Jambi, berisi SKPD dan LSM yang bergerak di bidang lingkungan dan pemberdayaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kepala Bappeda mengingatkan pentingnya forum ini sebagai sarana komunikasi dan menjalin kerja sama dalam mengelola dan menyususn ide kegiatan.

Pintu Hibah Kemitraan oleh MCA-Indonesia telah dibuka dan kegiatan hibah bersaing ini dapat segera digulirkan. Pemangku kepentingan (stakeholder) di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Muaro Jambi diharapkan dapat memanfaatkan program ini demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Hibah Kemitraan ini diarahkan pada pendanaan proyek-proyek bentang alam dan pengelolaan sumber daya alam terpadu atau proyek-proyek intensifikasi pertanian dan peningkatan produktivitas dalam rantai nilai komoditas yang ditargetkan. Proyek-proyek potensial dan rincian spesifiknya akan dijabarkan lebih lanjut dalam pengumuman-pengumuman tentang peluang proyek di masa mendatang. MCA-Indonesia akan mengimbangi dana mitra secara 1:1 atau kurang (pendanaan Fasilitas Kemakmuran Hijau tidak boleh melebihi 50% dari total biaya proyek). Mitra hibah diminta untuk menyediakan minimal USD 1 juta dari dana mereka sendiri untuk setiap proyek. Namun, MCA-Indonesia berhak untuk menyesuaikan bagiannya atau rasio dana pendampingnya untuk proyek-proyek tertentu. Hal ini akan diputuskan sesuai dengan keunggulan masing-masing proyek. Lebih jauh dijelaskan oleh perwakilan dari MCA-Indonesia, Ahmad Aditia dan Arief Setyadi serta nara sumber dari Intercafe IPB, Prof. Nunung Nuryartono. Penjelasan bahwa porsi 1:1 dalam Hibah Kemitraan bukan sebuah harga mati yang akhirnya dapat mengurungkan niat untuk memberikan ide concept paper. “Porsi pendanaan senilai minimal USD 1 juta bisa dibagi menjadi 25% dalam bentuk moneter dan sisanya dalam bentuk inkind” jelas Aditia. (MA/LM)

No comments:

Post a Comment