Pages

Labels

Saturday, December 13, 2014

Ekonomi Tumbuh Bersama Air Bersih


Menjadi contoh sukses dalam program pembangunan adalah sesuatu hal yang memberikan nilai lebih. Itulah PLTMH Sumber Maron. Lokasi yang berada di Kabupaten Malang, tepatnya Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran ini memanfaatkan PLTMH untuk menggerakkan pompa air bersih. Dengan memanfaatkan sumber air Maron, PLTMH itu mampu menghasilkan tenaga listrik berdaya 32-35 KWH.


Awalnya, desa ini menggunakan fasilitas air irigasi untuk kehidupan sehari-hari. Tak heran, jika banyak warga yang menderita diare dan penyakit kulit. Kadang juga terjadi pertengkaran antar warga karena rebutan air setiap musim kemarau.

Namun kondisi itu akhirnya teratasi dengan adanya bantuan program WSLIC (Water Sanitation Low Income Communities) pada tahun 2006. Dengan memasang pipa yang berawal dari mata air Sumber Maron, yang kemudian didistribusikan ke rumah-rumah warga menggunakan pompa air. Dan lagi-lagi permasalahan muncul, yaitu masalah finansial. Untuk menggerakkan pompa air bersih diperlukan tenaga listrik, dan saat itu menggunakan pasokan listrik dari PT PLN, dimana setiap bulan biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Kurang lebih Rp. 15 juta per bulan. Hal ini sangat memberatkan warga di desa itu.

Berawal dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang di Desa Karangsuko yang memunculkan ide untuk dibangun PLTMH karena debit air yang stabil meskipun musim kemarau. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan antara Fakultas Teknik dengan masyarakat di desa itu. Hasilnya mendapatkan respon positif dari  warga, selanjutnya dibuatkan studi kelayakan untuk penyusunan proposal yang bisa diajukan ke Bank Dunia.


Diperkirakan pembangunannya membutuhkan biaya sekitar Rp. 400 – 500 juta. Desa ini mendapatkan bantuan berupa pinjaman untuk membangung PLTMH.

Tahun 2010, Universitas Muhammadiyah Malang sebagai pendamping mulai menyiapkan desain sehingga setahun kemudian mulai dilaksanakan pembangunannya. Secara resmi, PLTMH ini beroperasi mulai tahun 2012.
Dengan beroperasinya PLTMH tersebut, distribusi air bersih dari pompa itu dialirkan kepada 4 (empat) desa yakni Desa Karangsuko, Desa Sukosari, Desa Brongkal, Desa Gondanglegi Kulon. PLTMH ini dikelola oleh sebuah yayasan yang dibentuk oleh Bapak Sayid Muhammad yang saat ini menjabat Ketua Badan Pengelola Sarana Air Bersih dan Sanitasi PLTMH Sumber Maron.
Pria yang berlatar belakang sebagai Akuntan itu menegaskan, untuk pengelolaanya warga hanya ditarik iuran sebesar Rp 750/kubik bagi warga Desa Karangsuko, dan berlaku tarif progresif bagi warga diluar desa yakni Rp 850/kubik. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di PDAM. Pelanggan dari air bersih Sumber Maron ini sendiri saat ini sekitar 1200.

Dari hasil pengelolaan yang baik, tentunya warga sekitar sudah mulai merasakan dampak positif yang diterimanya. Lokasi tempat PLTMH Sumber Maron dibangun, saat ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata pemandian, tempat bersantai. Warga setempat pun memperoleh peningkatan pendapatan dengan memanfaatkan lahan sebagai tempat usaha mulai dari tempat parkir kendaraan pengunjung hingga tempat berjualan makanan. Tak hanya itu, saat ini sudah ada perkembangan di bidang usaha perusahaan batu bata sekitar 60 pengusaha.

Saat ini sedang disusun rencana pembangunan PLTMH Sumber Maron II. Peran serta Universitas Muhammadiyah Malang dalam melakukan studi kelayakan masih sangat membantu. Bahkan dari informasi yang diperoleh sudah ada sekitar 1000 pelanggan yang menunggu untuk menjadi pelanggan air bersih ini.


Dari tujuan utama yang hanya fokus untuk mengatasi permasalahan dibidang kesehatan, tanpa disadari warga setempat, ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonominya. Bupati Malang pun sudah mulai mendorong wilayah lain untuk mencontoh program di Desa Karangsuko. Bahkan Bapak Sayid diminta untuk mereplikasi dilokasi lain. (VA)


No comments:

Post a Comment