Pages

Labels

Friday, December 13, 2013

Kabupaten Mamuju Siap Berpacu Bersama GP



Gelegar semangat Proyek Kemakmuran Hijau dalam implementasi kegiatan di Kabupaten Mamuju mendapat sambutan yang luar biasa dari aparat pemerintah daerah. Dukungan nyata dalam bentuk penerbitan SK Bupati hingga kemudahan akses lainnya telah diberikan. Kesiapan Kabupaten Mamuju terlihat dari dinamika diskusi yang menarik antara stakeholder dan MCA-Indonesia dalam acara Konsultasi Publik – Multi Stakeholder Forum II (MSF) Program Kemakmuran Hijau Kabupaten Mamuju di Hotel d’Maleo, Senin (9/12/2013). 

Stakeholder yang hadir dalam acara ini berasal dari instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, mitra pembangunan, private sector, tokoh masyarakat dan perangkat desa. Keikutsertaan stakeholder yang beragam di daerah memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran penyelenggaraan dan tercapainya tujuan program. Komunikasi dan koordinasi yang baik dengan stakeholder di daerah merupakan kondisi ideal yang diharapkan dalam implementasi proyek.  MSF II merupakan wahana untuk mensosialisasikan perkembangan Proyek GP dan memperoleh umpan balik berupa saran dan masukan dari pemangku kepentingan terhadap beberapa point yang telah disepakati pada kegiatan MSF sebelumnya

Kepala Bappeda Kabupaten Mamuju, Rakhmat Thahir berkesempatan membuka acara yang diselenggarakan selama dua hari dengan membacakan pidato sambutan Wakil Bupati Mamuju, H. Bustamin Bausat. Dalam pidato sambutan tersebut, dinyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Mamuju yang berada pada lokasi proyek akan mendapatkan banyak manfaat dari Proyek Kemakmuran Hijau. MCA-Indonesia melalui Program GP akan berusaha meningkatkan kapasitas untuk mengoptimalkan kapasitas untuk peningkatan mutu penataan ruang di tingkat kabupaten. Peningkatan iklim investasi yang didukung oleh peningkatan transparansi proses perijinan pemanfaatan sumber daya alam juga menjadi manfaat lain bagi masyarakat. Proyek GP akan melakukan penguatan kapasitas ruang dengan cara memberdayakan masyarakat desa melalui pemetaan batas-batas desa secara partisipatif baik untuk pemukiman desa maupun wilayahnya yang dilakukan dan ditetapkan sesuai dengan pedoman pemerintah di tingkat pusat dan daerah dan mengurangi konflik lahan. “Proyek ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan untuk mengurangi angka kemiskinan” jelas Rakhmat.

MSF II dinilai lebih dinamis dari diskusi sebelumnya di MSF I.  Perempuan lebih vokal menyampaikan pendapatnya dan transparan dalam mengemukakan sesuatu. “Perempuan hanya sekitar 20% saja tapi terlihat menguasai floor” kata Sergio Feld, Direktur Performa Lingkungan dan Sosial MCC yang juga ahli lingkungan senior. Sergio sangat mengapresisasi masukan dari peserta diskusi dan menjadikannya sebagai pekerjaan rumah bagi pengembangan Proyek GP melalui MCA-Indonesia.

Direktur Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia, Budi Kuncoro, menyempatkan bertemu dengan Bupati Kabupaten Mamuju, Suhardi Duka di Bandar Udara Tampa Padang Mamuju seketika mendarat di Mamuju untuk melaporkan perkembangan Proyek GP di Kabupaten Mamuju. Dalam pertemuan tersebut Suhardi menegaskan kembali dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan setiap kegiatan di Kabupaten Mamuju. “Semua SKPD harus berperan aktif, jangan hanya ini menjadi kemauan Bupati saja” ujar Suhardi sebelum bertolak ke Jakarta. (LM/MA)


Sesi Foto Bersama Para Peserta MSF II Kabupaten Mamuju



No comments:

Post a Comment