Pages

Labels

Sunday, April 27, 2014

Pandangan VP MCC untuk Setahun Compact Indonesia



Setahun sejak Entry Into Force berlalu, Program Compact di Indonesia kini mulai menapaki tahap demi tahap menuju puncaknya. Vice President (VP) of Department of Compact Operation MCC, Kamran A. Khan dalam kunjungan kerjanya ke Indonesia menilai banyak perkembangan baik yang berhasil dicapai MCA-Indonesia selama setahun pelaksanaannya. Perkembangan yang signifikan terlihat pada Proyek Modernisasi Pengadaan dan Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Anak Pendek. Sedangkan untuk Proyek Kemakmuran Hijau, Khan berpendapat bahwa proyek ini sedikit kompleks dan sangat baru dalam sejarah pelaksanaan Compact. Butuh waktu yang cukup matang untuk merencanakan dan mengembangkan konsep proyek yang mendapat porsi terbesar dalam Hibah Compact MCC. Dalam kurun waktu satu tahun ini, Proyek Kemakmuran Hijau masih melihat kondisi pasar dan keadaan yang berhubungan dengan implementasi proyek, seperti apa sesungguhnya yang diinginkan sektor swasta dan pemerintah daerah. Menurut Khan, sekarang ini Proyek Kemakmuran Hijau (Green Prosperity Project-GP) memiliki rencana bisnis yang baik. Tahun pertama memang menjadi penting untuk mengerjakan banyak tugas dan mencoba mengerti isu-isu penting yang berkembang. “Kami memastikan datang dengan strategi bisnis untuk menyelesaikan tugas-tugas kami” ujar Khan.

Ditemui saat Penandatangan Nota Kesepahaman Pelaksanaan Proyek Kemakmuran di Museum Proklamasi Jakarta, Jumat (25/04/2014), Khan mengungkapkan target yang akan dicapai dalam 4 tahun ke depan. “Target kami sangat sederhana dan masih sama dengan target awal yang telah disusun satu tahun lalu” kata Khan. Satu tahun memang diperuntukkan untuk merencanakan struktur Poyek GP, tetapi untuk komponen lainnya terus berjalan. Target yang sama masih untuk pengembangan energi terbarukan (renewable energy) dengan model yang berbeda. Model tersebut dimaksudkan untuk pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan masyarakat agar mampu menjaga manfaat dari terbangunnya jaringan listrik di daerah tersebut. Untuk Proyek Modernisasi Pengadaan dan Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Anak Pendek juga masih berada pada jalur target yang sama dan tidak ada perubahan pada desainnya. “Kami sangat percaya diri dapat memenuhi target ini” tegas Khan.

Melihat kondisi Proyek GP yang sangat kompleks, Khan memandang perlu untuk memperpanjang masa kerja Tim MCC baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Kantor Pusat MCC di Washington. Hal ini untuk memastikan bahwa MCC mampu menyediakan dukungan teknis dan pengetahuan global untuk bidang GP. MCA-Indonesia dipastikan tetap berada di garda depan pelaksanaan Program Compact di Indonesia. “Proyek ini dilaksanakan di Indonesia, untuk masyarakat Indonesia dan dilaksakanan oleh orang Indonesia” ujar Khan. Peran MCC hanya murni membantu dalam implementasi proyek. Tentang personil yang bekerja untuk Proyek GP, Khan berpendapat akan terus memberikan dukungan penuh pada tiap personil yang membutuhkannya. 

 
Dibandingkan dengan lembaga pemberi bantuan lain yang memiliki misi tahunan secara regular yang mempersiapkan Aide Memoire sebagai bentuk laporan, MCC menerapkan hal yang berbeda. “Kami juga memiliki Aide Memoire tetapi itu bukan satu-satunya cara yang kami cermati” tutur Khan. MCC lebih percaya pada bentuk partnership. Filosofi yang pegang MCC adalah prinsip kebersamaan dalam setiap langkah yang ditempuh. “Kami tetap membuat Aide Memoire hanya untuk membuat setiap orang mengerti dan setuju atas keputusan yang telah dibuat para pemimpin untuk langkah selanjutnya” ucap Khan. Tetapi untuk filosofi monitoring yang diterapkan MCC tetap akan berbeda. Tidak 3 bulan sekali, tidak setahun sekali tetapi setiap hari. (LM) 



No comments:

Post a Comment